Kloter Pertama, 443 Jamaah Haji Asal Subang Diberangkatkan

RAKYATSUBANG.COM - Bupati Subang H Ojang Sohandi bersama
Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten H. A.Sukandar, Sekda, dan Kapolres
Subang melepas rombongan jama'ah haji Kabupaten Subang untuk gelombang pertama
di Islamic Center. Rencananya rombongan jama'ah haji kabupaten subang yang akan
diberangkatkan dibagi kedalam 3 gelomang.
Sejumlah 444 Jama'ah haji diberangkatkan, namun satu orang
berhalangan karena sakit, jadi hanya 443 saja yang diberangkatkan digelombang
pertama dan didampingi oleh 6 petugas pembimbing yang dibagi kedalam 10 bus. Ke
443 jemaah masuk kedalam keloter 17 embarkasi Jakarta Selatan.
Kementrian Agama Kabupaten H. A. Sukandar mengukapkan, pemberangkatan untuk tahun 2015 bukan tanpa masalah yang sulit apalgi dengan banyaknya jamaah yang diberangkatakn diinoesia terganjal dan ditangguhkan karena masalah visanya, dan Subang pun sama.
"Memang pemberangakatan tahun ini bukan tanpa kendala,
karenna dari 444 seluruhnya ada 2 orang yang tehalang atau hampir ditunda
keberangkatannya karena masalh visanya dan satu orang berhalangan karena sakit,
namun kami berusaha dengan terus melobi sampai malam untuk bisa mendapatkan
visa ke dua jama'ah tersebut," unkgap H Sukandar, Kamis (27/8/2015).
H Sukandar juga menambahkan bahwa awalanya ada 6 jemaat yang
terganjal karena visa nya, namun 4 orang behasil diselesaikan. hingga satu hari
menjelang hari H ada 2 jma'ah lagi yang belum mendapatkan visanya namun bisa
segera diselesaikan dan kuota untuk tahun ini sejumlah 991 jamaah yang
diberangkatkan.
Sementara itu Bupati Subang H. Ojang Sohandi yang melepas
rombongan mengatakan bahwa dengan banyaknya antrian jemaah haji yang belum
berangkat, menjdaikan potret bahwa kesejahtraan masyarakatnya semakin maju.
Namun hal tersbut bila melihat data dari data yang dimiliki depag, karena bila
merlihat dari data dinas kesehatan, 50% masyarakat Subang menggunakan jamkesda
atau jamkesmas.
"Setiap tahun memberangkatkan orang-orang terbaik yang
dipanggil Allah, semoga ini mewujudkan sumber daya manusia yang hebat dalam
segala hal, ini pun merupakan potret kesejahteraan yang diharapkan, karena
antriannya sudah mencapai 20 ribu lebih. namun bila melihat data dari dinas
lainnya, untuk dinkes saja sekitar 50% masyarakat subang dinyatakan kurang
mampu." ujarnya.
Ojang juga menambahkan, miskin dan kaya masyarakat Subang
tentu bukan dilihat dari harta nya saja, tapi dihitung dari kaya hatinya.
Ketika nanti ibadah dimekah pun bukan merupakan tempat pembalasan amal saat di
kampungnya, tapi merupakan tempat diijabahnya doa.
"Kita sering mendengar bahwa nanti kita dimekah itu
tergantung kebaikan kita saat dikampung halaman, padalah sebenarnya dimekah itu
adalah tempat dimana akan dikabulkannya doa, dan saya titip untuk petugas
pembimbing untuk membimbing dengan sepenuh hati karena pengetahuan mereka akan
ibadah dan tempat sangat kurang dan jangan sampai ada jamaah haji yang
terkendala nantinya disana." pungkasnya. (humas)
Follow @rakyatsubang