Ada Buruh Dipukuli, Disnakertrans: Harus Diusut Sampai Tuntas!

RAKYATSUBANG.COM - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)
Kabupaten Subang merasa geram atas tindakan oknum ormas yang melakukan
pemukulan terhadap dua buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
(FSPMI) Subang.
Kepala Disnakertrans Subang, Kusman Yuhana mengatakan
kasus pemukulan buruh yang terjadi pada Sabtu (3/9) tersebut penyelesaiannya
harus sampai tuntas dan oknum yang melakukan pemukulan harus di tangkap.
“Kita sudah mendengar adanya kasus itu. Dengan alasan
apapun pemukulan, bahkan sampai mau dibakar itu tidak bisa dibenarkan menurut
hukum. Kita serahkan semuanya kepada penegak hukum untuk mengusut kasus ini
sampai tuntas,” kata Kusman, Rabu (7/9/2016).
Pemukulan buruh yang dilakukan oknum ormas di sekitar PT.Pungkook
Indonesia One yang berada di Kecamatan Pabuaran tersebut menurut Kusman sudah
merupakan tindakan yang sangat tidak benar karena laporannya ada pelarangan berserikat.
“Laporan sementara yang kita terima memang ada pelarangan
berserikat, itu sangat tidak benar. Berserikatkan dilundungi undang-undang. Dan
jika benar okunum ormas itu ada yang mengerahkan untuk melarang berserikat,
perusahaan bisa ditindak,” katanya.
Kusman menegaskan walaupun belum menerima laporan secara
resmi. Namun dirinya mendukung aparat berwajib untuk menindak para pelaku
pemukulan.
“Kita dukung aparat untuk menindak, karena pemukulan itukan
ranahnya pihak yang berwajib. Kita tunggu saja, jika nanti terbukti perusahaan
yang menyuruh ormas melakukan pemukulan karena menghalangi buruh berserikat
bisa disanksi,” katanya.
Selain mendapat tanggapan serius dari Disnakertrans, kasus
pemukulan buruh juga mendapat tanggapan dari DPRD Subang.
Ketua DPRD Kabupaten Subang Beni Rudiono menyatakan prihatin
dan mendesak penegak hukum agar terus mengusut tuntas kasus penganiayaan
terhadap dua orang buruh anggota FSPMI Kabupaten Subang.
"Kita prihatin atas kasus penganiayaan buruh itu. Apalagi sampai disiram bensin hendak dibakar hidup hidup begitu. Sudah ngeri kan," kata Beni.
Sebelumnya, dikabarkan dua orang anggota FSPMI dianiaya oleh oknum ormas. Kedua korban awalnya hendak menghadiri acara pembentukan serikat buruh di PT Pungkook Indonesia One di Kecamatan Pabuaran.
"Kita prihatin atas kasus penganiayaan buruh itu. Apalagi sampai disiram bensin hendak dibakar hidup hidup begitu. Sudah ngeri kan," kata Beni.
Sebelumnya, dikabarkan dua orang anggota FSPMI dianiaya oleh oknum ormas. Kedua korban awalnya hendak menghadiri acara pembentukan serikat buruh di PT Pungkook Indonesia One di Kecamatan Pabuaran.
Nmun ketika didepan gerbang PT Pungkook ada sekumpulam ormas
yang berjaga di depan gerbang, Kedua buruh yang ditugaskan untuk mengahadiri
acara itu langsung dihadang. Akibat adanya penghadangan itu, kedua buruh lalu
pergi.
Setelah dua buruh itu pergi sekitar 500 meter dari PT
Pungkook, lalu sekelompok oknum ormas itu menanyakan kepada du orang tersebut.
“Iya mereka bertanya, apakah kamu Garda Metal FSPMI bukan? Lalu
dua orang buruh itu menjawab ya, dan mereka langsung dipukuli,” kata Ketua
FSPMI Kabupaten Subang, Suwira.
Selain aksi pemukulan ternyata oknum ormas tersebut berniat
mau membakar buruh hidup-hidup. Buruh disiram dengan bensir. Beruntung saat itu
para buruh PT Pungkook bubaran dan mereka mendapat pertolongan dari para buruh.
“Untungnya saat itu bubaran pabrik, aksi pembakaran tidak
sampai terjadi. Buruh keburu diamankan oleh buruh PT Pungkook dan warga
sekitar. Setelah kejadian kita langsung laporkan kejadian ini kepada polisi,” pungkasnya.
Follow @rakyatsubang