[Opini] Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta
![[Opini] Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta [Opini] Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-pCyzVGgxdM-1QWFko5sjRJkCm0JZGabzhPSyMbX7IPKhkN4JiEGfbditonmtiqTK_mZ2sV-uL_8Y1Et3qnnuqwNiGQvEMN0C5nwnheyc8CyZ80r5TGsZVELb3HVls0h1box00aQNn3UR/s640/imageContent.jpg)
RAKYATSUBANG.COM - Pilkada DKI telah berkembang ke arah yang cukup
mengkhawatirkan. Bukan saja soal Cagub petahana, Basuka Tjahaya Purnama (Ahok)
yang pernyataannya di Kepulauan Seribu yang memicu kontroversi, tapi juga
respon sebagian kelompok yang sengaja memanfaatkan isu ini untuk tujuan-tujuan
lain di luar Pilkada DKI.
Sebenarnya situasi pasca kontroversi pernyataan Ahok
mengenai Surat al-Maidah sudah mulai mereda setelah Ahok minta maaf secara
terbuka atas ucapannya yang dianggap menyinggung umat Islam. Tokoh-tokoh agama
ternama juga menanggapi positif permintaan maaf itu. Semua itu menjadikan
situasi yang semua penuh ketegangan mulai mereda.
Tapi belakangan situasi kembali memanas, terutama setelah
MUI mengeluarkan pernyataan sikap yang pada intinya menyatakan Ahok telah
melakukan penistaan agama. Situasi tambah semakin memanas karena sebuah stasiun
TV swasta menggelar acara dialog secara live kurang lebih 4 jam, dengan tema
“Setelah Ahok Minta Maaf”.
Berkembang juga berita, besok pagi, Jumat 14 Oktober
2016 akan ada aksi besar yang dimulai dari Masjid Istiqlal, dengan tema
“Tangkap Ahok Penista Agama”. Situasi ini menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran,
sehingga Gereja Katedral yang letaknya di sebelah masjid Istiqlal merasa perlu
membuat himbauan khusus kepada Jemaatnya agar besok hari itu tidak mendekat ke
kawasan Katedral jika tidak ada keperluan mendesak.
Saya menduga ada kelompok-kelompok yang mengambil untung
dari situasi untuk merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Hal ini dilakukan
dengan mengadu domba antara umat Islam dan non-Islam, bahkan antar sesame umat
Islam yang mempunyai halauan yang berbeda. Mereka akan menunggangi
organisasi-organisasi keagamaan, untuk memuluskan agenda adu dombanya.
Siapakah kelompok itu? Sebenarnya tidak terlalu sulit
dikenali. Mereka bukan saja benci pada Ahok, tapi juga benci tatanan Negara
ini, benci pada Pancasila, benci pada NKRI dan seterusnya yang dianggap sebagai
sistem Negara thagut. Anasir-anasir kelompok radikal akan berkumpul dengan
memanfaatkan persoalan Ahok menjadi pintu masuknya. Namun, yang dituju bukan
soal Ahok, tapi lebih besar dari itu.
Karena itu, waspada dengan skenario adu domba yang sudah mulai
terasa. Bukan soal Ahok dan Pilkada DKI, tapi ini soal keutuhan bangsa.
Rumadi Ahmad
Ketua Lakpesdam PBNU
Ketua Lakpesdam PBNU